Rabu, 12 Oktober 2016

Penerimaan Televisi Digital dan Analog

Produksi , Distribusi dan penerimaan televise analog dan digital

Pengembangan sistem penerima televisi bergerak digital terrestrial, citra berdefinisi tinggi tanpa gangguan bahkan dalam kendaraan yang bergerak. Menggunakan sistem Televisi analog konvensional, gangguan dan distorsi mengakibatkan sulitnya menikmati siaran Televisi ketika kendaraan sedang bergerak. Siaran Televisi digital terestrial yang mulai beroperasi pada bulan Desember 2003 menawarkan citra gambar Hi- Vision (standar definisi tinggi dari Jepang) yang dapat dinikmati pemirsanya di dalam lingkungan yang bergerak. Clarion berencana untuk mulai memasarkan produk yang kompatibel pada saat cakupan siaran digital broadcast mulai mengudara secara nasional pada tahun 2006.

Pesawat TV analog tidak bisa menerima sinyal digital sehingga dibutuhkan pesawat TV digital yang baru agar dapat menerima sinyal dari digital ini , maka dibuatlah STB ( set top box) pada proses ini sejumlah pergantian perangkat akan terjadi yang menyebabkan kerugian yang dihadapi oleh operator TV maupun masyarakat sendiri.
teknologi analog tidak dapat mengimbangi permintaan industry penyiaran dalam hal penyaluran program siaran yang terus bertambah karena terbatasnya jumlah kanal frekuensi yang tersedia , selain itu penggelaran infrastruktur penyiaran kovergensi , p kondisi saat ini di peniyaran analog adalah masing-masing lembaga penyiaran memiliki infrastruktur penyiaranya sendiri – sendiri seperti menara pemancar , antenna dan sebagainya .
akibatnya adalah biaya ppemeliharaan yang relative mahal , pemakaian daya listrik yang besar , serta pemanfaatan lahan yang lebih besar , serta pemanfaatan lahan yang lebih boros, d sisi penerimaan siaran pun akan terjadi masalah karena masyarakat mendapat kualitas penerimaan siaran yang tidak merata meski berada dalam wilayah layanan yang diperlukan masa transisi . masa transisi juga diperlukan untuk melindungi puluhan juta pemirsa (masyarakat) yang telah memilki pesawat penerima TV analog dapat secara perlahan-lahan beralih ke teknologi TV Digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.
selain juga melindungi industry dan inventasi operator tv analog yang telah ada , dengan memberi kesempatan prioritas bagi operator tv eksisting, keuntungan memberikan prioritas kepada operator TV eksisting adalah mereka dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun , seperti studio, tower, bangunan, SDM dan lain sebagainya.
selain itu karena infrastruktur TV digital terrestrial relative jauh lebih mahal dibandingkan dengan infrstruktur TV analog.


CC : BAB VI sistem penerima televisi

Sejarah Televisi Analog dan Televisi Digital

Sejarah Televisi Analog Dan Digital
Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata
televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masingmasing
jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau
dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan
penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban
dunia. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan
dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph
Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era
komunikasi elektronik. Kemudian berturut-turut ditemukan tabung sinar
katoda (CRT), sistem televisi hitam putih, dan sistem televisi warna.
Tentunya perkembangan ilmu ini akan terus maju apalagi dengan
ditemukannya LCD, yang membuat TV di zaman ini semakin tipis
dengan hasil gambar yang tak kalah bagusnya dengan TV tabung. Jadi
di zaman ini kita harus tahu betul tentang sistem TV karena hampir
semua rumah tangga mempunyai TV baik yang hitam putih maupun
yang warna.
Era televise analog pelan-pelan tergeser ke era televise digital , dengan pemancaran multimedia bandwith lebar, definisi perangkat hiburan rumah tangga akan berubah secara drastis dimana mutu pemancaran televise analog yang memanfaatkan saluran kabel atau satelit sehingga membuat gambar lebih jernih

Sejarah TV DIGITAL sendiri dimulai pada jerman tahun 1988.
saat itu masyarakat terutama para pengusaha pemancar televise menyadari ada kendala yang tidak dapat ditembus , untuk terus meningkatkan mutu gambar siara televise jikat tetap menggunakan standar analog. Ketika itulah dicanangkan perpindahan teknologi dari analog ke digital , akan tetapi perpindahanya tentu saja tidak bisa secara revolusioner , sebab masih terdapat ratusan juta pesawat televise analog yang pada prinsipnya tidak dapat menangkap siaran digital dengan hadirnya CeBBIT yang memberikan penawaran TV digital dengan decoder untuk menangkap sinyal nya itulah yang menyebabkan warga jerman dapat berkompromi dan dilakukan lah sistem pemancaran digital melalui satelit dan melalui kabel .


CC : Jurnal Vol 2 no 1 juni 2011

Jumat, 22 April 2016

Cinta dan Kasih Sayang



In The Moment of our friend Birthdays

Jumat, 01 April 2016

Pengaruh Budaya Jepang Di Indonesia

                        Pengaruh Budaya Jepang di Indonesia
Dimana pada perkembangan nya jaman sekarang orang sudah me-cap jika sesuatu berhubungan dengan jejepangan (anime , yukata , japan matsuri , festival , dan lain lain nya) sebagai salah satu kegiatan yang untuk para orang yang dikenal lebih extrim dengan panggilan vvibu (wibu = yang berasal dari weeabo dunno artinya tapi sepertinya fanatic tentang suatu hal) sendiri tapi seperti apa sih pengaruh budaya jepang itu sendiri dari awal yuk kita bahas :

Di mulai pada masa penjajahan nya yang bisa dibilang singkat karena hanya 3 tahun sendiri dari situ kita mulai terkena beberapa pengaruh budaya jepang itu sendiri (well jika untuk history mungkin lebih jauh lebih lama kita sudah dipengaruhi karena saat itu sunda kelapa memang terkenal dengan pelabuhan dan trading nya )

dimulai dengan music yang masih bisa dibilang berselaras dengan salah satu seni jepang yang juga lumayan digemari di Indonesia sendiri yaitu anime dan manga
Musik Jepang yang ada biasa dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu J-rock untuk musik rock, dan J-pop untuk musik pop. Dua jenis inilah yang menjadi garis besar untuk mengkalasifikasikan musik tersebut. Aliran-aliran musik keras macam metal, punk, ska, ataupun hardcore di Jepang akan dimasukan ke dalam genre J-rock. Sementara untuk      J-pop, istilah ini digunakan untuk membedakannya dari musik-musik tradisional Jepang seperti Enka atau Min’yo. Aliran yang termasuk kedalam J-pop adalah soul, funk, rap dan Jazz.
Band-band yang membawakan lagu-lagu Jepang mulai populer di Indonesia pada era awal tahun 2000. Band-band seperti Japanese Heroes dan Cartoon Heroes mulai muncul dan membawakan lagu-lagu dari anime Jepang, mereka biasa manggung di acara-acara yang bertema Jepang di Universitas-universitas. Setelah itu barulah muncul band-band yang membawakan bukan hanya lagu-lagu dari anime, tapi juga single-single dari band atau musisi Jepang itu sendiri, seperti Jetto, Wasabi, Lunatic Tokyo, dan Amakusa. Setelah itu baru disusul oleh band-band seperti X-Shibuya, Melody Maker, Shuriken, dan masih banyak lagi. Salah satu band J-Indo yang paling sukses adalah J-Rocks. Yang kini telah memiliki banyak penggemar dan menelurkan 3 album ke pasaran. Belakangan, banyak band-band J-Indo lainnya yang mencoba peruntungan mereka dengan mengeluarkan album, diantaranya X-Shibuya, Melody Maker, dan Shuriken.. Kesemuanya mengeluarkan album dengan format indie label. Cd-cd mereka bisa didapatkan di distro-distro atau tempat penjualan cd di acara-acara Jepang.
Aliran yang memiliki banyak penggemar di Indonesia adalah J-rock yang beraliran Visual Kei. Aliran ini mempunyai beberapa ciri khas, yaitu menggunakan make-up, pakaian yang rumit, potongan rambut yang dramatis, dan dandanan yang flashy, bahkan terkadang androgynous. Akhir-akhir ini di Jakarta sendiri banyak bermunculan band-band baru dengan nuansa Visual Kei ini, sebut saja Monalisa, Rosemary Marian, dan Kikai Choosi.
Musik Jepang cukup populer di kota-kota besar, terutama Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Di Jakarta yang cukup terkenal adalah Shuriken, X-Shibuya, Melody Maker, dan tentu saja, J-Rocks. Sedangkan di Bandung, yang populer antara lain Kisaban dan Lunatic Tokyo
Dan juga ada Cosplay(berdandan layaknya karakter yang ada didalam suatu anime , manga , game , movie ) yang perkembangan nya bisa dibilang pesat di Indonesia sendiri bahkan seluruh dunia
Dimana perkembangan nya sendiri mulai dari awal tahun 2000 dimana event event tentang budaya jepang sudah mulai laris seperti Gelar Jepang UI namun untuk event ini disayangkan hanya sang EO yang bercosplay ria namun dengan perkembangan film film tentang jepang dan trend berpakaian orang jepang yang mempengaruhi juga saat itu yang terkenal adalah harajuku dimulai lah para pemuda dan pemudi Indonesia mengikuti cara berpakaian mereka yang dilanjutkan dengan berpakaian seperti karakter yang di idamkan ..

untuk dampak nya sendiri mungkin bisa ditanggapi dengan pemikiran sendiri untuk lebih banyak positif atau lebih banyak negative
tapi untuk saya disini lebih banyak positif karena :
1.mengurangi bosan dengan melihat anime dan maga sendiri
2.well j-pop is my genre
3.their game is so incredible !!

tapi diantara positive nya sendiri banyak juga negative yang diberikan dengan contohnya banyaknya kejadian tidak menyenangkan seperti gangguan pada saat event – event jepang terjadi lalu banyaknya lahir para pengguna half jepang yang bagi sebagian orang mungkin tidak enak di lihat karena berbicara dengan bahasa jepang yang (hanya itu itu saja ) dan digabungkan dengan bahasa Indonesia ..
dan terakhir adalah drama – drama(yap we call it drama because it really irritating) diantara para pemuda – pemudi di Indonesia terhadap masing” lah atau terhadap sebuah organisasi pengelaran event jepang lah .
well sampai disini saja pembahasan nya ~~
Terima kasih untuk membaca


Referensi :http://henatriana.blogspot.co.id/2012/10/pengaruh-dan-perkembangan-seni-musik.html


Selasa, 19 Januari 2016

Masyarakat Ekonomi Asean

yak pada awal tahun 2016 ini indonesia akan menuju yang namanya Masyarakat Ekonomi Asean apakah MAS (Masyarakat Ekonomi Asean ) itu ?

Apa yang dimaksud MAS (Masyarakat Ekonomi Asean )
MAS adalah intergrasi ekonomi negara yang berada di asia tengara / asean untuk mengurangi hambatan hambatan yang ada pada perdagangan / per ekonomian antar negara dalam berbagai bidang yaitu jasa , barang dan lain lain , apa yang diharapkan dari MAS ( Masyarakat Ekonomi Asean ) ini sebenarnya ? tujuan yang di inginkan adalah agar negara yang termasuk dalam Asean / asia tengara dapat bersaing dengan negara negara besar dan juga membantu pembukaan lapangan kerja dan juga persaingan antar negara asean yang ketat .

Bagaimana tanggapan indonesia mengenai MAS
lalu bagaimana dengan indonesia sendiri menghadapi MAS ini ? sebenarnya MAS ini sendiri bisa dibilang sangat menguntungkan karena indonesia dapat meningkatkan sumber daya manusia nya dengan bantuan tenaga kerja dari luar dan juga bisa menjadi sebuah senjata makan tuan karena jika tidak di manfaatkan dengan baik maka bisa saja sumber daya alam kita malah nanti nya akan di gunakan oleh negara lain demi kepentingan mereka sendiri

Pemikiran Penulis tentang MAS
bagi saya sendiri MAS ini bisa menjadi sebuah keuntungan bagi indonesia untuk lebih di kenal ke dunia dari berbagai aspek yang bisa dikembangkan yang mana bila dengan benar maka per ekonomian indonesia sendiri bisa naik ,
contoh pariwisata dengan banyak nya pekerja dari negara lain nanti yang akan datang ke indonesia kita bisa membantu peningkatan pariwisata kita agar di kenal oleh negara lain dengan lebih baik karena mereka sudah merasakan sendiri bagaimana indahnya negri kita indonesia itu namun untuk itu fasilitas fasilitas yang ada perlu diperbaiki agar tidak menjadi nilai jelek di mata mereka.

dan juga di bidang kuliner indonesia sendiri memiliki bermacam macam kuliner dari sabang sampai merauke yang begitu nikmat kita sudah punya rendang yang sudah di akui dunia sebagai 10 besar makanan paling enak dan masih banyak lagi makanan adat yang menggugah selera dan juga termasuk murah bagi kocek mereka sendiri dan itu perlu ditingkatkan awareness nya dan juga pemeliharaan warung / tempat berjualan agar terlihat hygienis

mungkin segini saja apa yang dapat saya sampaikan , Terima kasih.

Jumat, 20 November 2015

URBANISASI

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi itu masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni migrasi penduduk dan mobilitas penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota, sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap. Dimana banyak faktor untuk datang ke kota adalah :
1.banyaknya lapangan kerja di kota dan juga semakin sempitnya lahan pekerjaan yang ada di desa .
2.upah yang ditawarkan lebih besar daripada kerja di desa
                3.fasilitas yang ada di kota lebih lengkap dibandingkan yang ada di desa mereka
dimana disini saya lebih memihak bahwa urbanisasi adalah dampak positif bagi saya karena saya mendapat assisten rumah tangga yang rata" dari luar pulau jawa (lampung) untuk membantu perdagangan yang dibuat ibu saya walaupun secara generalis ada banyak manfaat dan juga dampak negatif dari urbanisasi :
Dampak positif :
               1.bertambahnya sumber daya manusia untuk membantu pekerjaan di kota
               2.makin banyaknya sumber budaya dari pulau/kota lain yang masuk di jakarta
               3.menggurangi pengganguran di perdesaan
Dampak negatif :
                1.penambahaan penduduk di ibu kota
2.menambahkan jumlah pengganguran di jakarta
                3.kurangnya tenaga kerja yang berpengalam (terdidik)
dari segi personal ini saya lebih memihak positif dalam adanya urbanisasi ini tapi jika jumlah yang datang juga perlu di kontrol agar tidak terlalu overload dikarenakan setiap pulangnya / sehabis lebaran idul fitri banyak sekali orang yang kembali kedesa nya membawa makin banyak orang yang kalau di hitung itu tidak sedikit ..